Ayatullah Ali Khamenei berkata :
Mengenai topik Idul Ghadir, di mana Hari Raya Ghadir merupakan hari deklarasi kekhalifahan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib (alaihissalam), terdapat sebuah ungkapan Al-Quran pada hari ini yang sangat menarik sekaligus sensitif.
Ungkapan tersebut terdapat di bagian awal Surah Al-Maidah. Allah SWT berfirman: اَلۡيَوۡمَ يَٮِٕسَ الَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا مِنۡ دِيۡـنِكُمۡ (Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu).
Artinya, pada hari kedelapan belas bulan Zulhijah tahun 10 Hijriah—hari deklarasi Ghadir dan suksesi Amirul Mukminin—adalah hari di mana orang-orang kafir menjadi putus asa untuk dapat membumihanguskan agama Islam yang terang ini.
Sebelum peristiwa Ghadir, mereka masih terus berharap dapat melakukan hal tersebut. Namun sejak peristiwa itu, mereka akhirnya berputus asa. "Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku." [ Q.S. Al-Maidah: 3 ]
(Ayat ini) berpesan: jangan lagi keangkuhan orang-orang kafir membuat kalian gentar; jangan hiraukan tampilan lahiriah, tindakan, dan pamer kekuatan yang dilakukan orang-orang kafir; jagalah perilaku kalian di hadapan Allah SWT. Inilah (konsep) dari ayat tersebut.
Mengapa orang-orang kafir menjadi putus asa? Ini disebabkan oleh keberlanjutan dari "kedaulatan politik Islam".
Ada kalanya keyakinan Islam itu ada, pengamalan Islam itu ada; tetapi politik Islam tidak ada, kedaulatan Islam tidak ada.
Ketika kedaulatan Islam itu terwujud, maka ruh Islam—yang akan saya sampaikan setelah ini—akan mendapatkan realisasi nyatanya. Ruh dari Islam adalah "imamah" (kepemimpinan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar