Ayatullah Ali Khamenei berkata :
Apa yang dimaksud dengan "pola kehidupan Islam" ? Apa makna dari tata cara kehidupan sosial yang Islami ?
Hal ini dapat ditemukan di dalam Al-Quran, Nahjul Balaghah, dan teks-teks riwayat.
Di dalam pola ini, terdapat prinsip : "... supaya manusia dapat menegakkan keadilan." [ Q.S. Al-Hadid : 25 ], artinya adalah keadilan.
Ada juga prinsip : "... bersikap keras terhadap orang-orang kafir ..." [ Q.S. Al-Fath : 29 ], artinya adalah ketegasan batas dengan musuh.
Dalam pola ini, terdapat pula prinsip : "... tetapi berkasih sayang sesama mereka." [ Q.S. Al-Fath : 29 ], artinya adalah kasih sayang antara sesama mukmin dan masyarakat.
Inilah garis-garis utamanya. Jika kita lalai atau mengabaikan salah satu saja dari prinsip ini hingga terbengkalai, maka akan muncul cacat dalam pola kehidupan Islam tersebut.
Di dalam pola ini, terdapat prinsip : "... terasa berat olehnya penderitaan yang kamu alami ..." [ Q.S. At-Taubah : 128 ]. Artinya, pemimpin memahami dan merasakan penderitaan rakyatnya dengan segenap keberadaan dan jiwanya.
Al-Quran menyatakan "'Azizun 'alaihi ma 'anittum"; ketika kalian mengalami kesulitan, Nabi Muhammad saw menderita. Ini adalah sikap dari sisi pemimpin terhadap rakyat.
Sementara dari sisi rakyat, terdapat prinsip : "... taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu." Masyarakat pun menyertai, menaati, membantu dan berjalan beriringan di belakang pemimpin.
Garis-garis benderang semacam ini untuk menjelaskan pola kehidupan Islam ada seribu, atau bahkan ribuan jumlahnya di dalam Al-Quran, Nahjul Balaghah, Shahifah Sajjadiyyah, serta riwayat-riwayat yang melimpah, dan kita bisa menemukannya.
*****
Sumber :
https://www.youtube.com/watch?v=n9RS2JwyVDg