AKIBAT LEBIH MEMENTINGKAN KERIDOAN MANUSIA


 Ayatullah Khamenei :

Diriwayatkan dari Ja'far bin Muhammad Ash-Shadqi as, dari ayahnya sampai bersambung pada Imam Ali as, beliau berkata, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang mencari keridoan manusia dengan (perbuatan) yang dibenci Allah, seseorang yang mencari dan mengharap rido manusia dengan cara yang mengundang murka Allah SWT, dengan amal yang bertentangan, dengan maksiat, atau perbuatan tercela yang menyebabkan murka-Nya, ia berusaha membuat orang lain rido terhadapnya, misalnya dengan berbohong, atau berpihak pada yang bertentangan dengan rido Allah supaya orang lain senang terhadapnya, (maka) Allah akan menjadikan para pemujinya menjadi pencelanya."

Allah memberikan satu karakteristik pada sebuah amal, yaitu secara bertahap, para pemuji orang itu berubah menjadi orang yang mencelanya. Yakni orang yang sama yang selalu memujinya akan berubah menjadi pencelanya secara bertahap. Orang-orang pun menyaksikannya.

(Hadits ini) tidak berlaku bagi mereka yang tidak meyakini adanya rido ilahi. Namun bagi mereka yang meyakini keridoan Allah, dan meyakini adanya rido dan murka Allah, jika mereka melaksanakan pilihan salah ini, maka akibat seperti (dalam hadits) ini tentu ada.

Kitab Al-Khisolm Syeikh Shaduq, hal. 304.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE