PESAN AYATULLAH ALI KHAMENEI KEPADA SELURUH UMAT ISLAM DUNIA

Ayatullah Ali Khamenei berkata : 

Tidak cukup bagi kaum Muslimin hanya mencintai Rasulullah (saw) dan beriman kepada risalahnya saja, melainkan mereka juga harus mengikutinya dan berjalan sepenuhnya di atas jalan hidup beliau saw menuju tujuan yang beliau tuju.

Beliau-lah yang membuka jalan perjuangan jihad di hadapan umat ini dan menjelaskan tanggung jawabnya.

Di sini kita katakan: "Sesungguhnya umat tidak boleh mengikuti kecuali orang yang sejalan dengan tujuan itu. Adapun selain itu, dan yang tidak sejalan dengannya, maka ia termasuk dalam golongan orang-orang yang lalai atau berada di lembah syaitan."

Saya berharap kaum Muslimin di seluruh dunia benar-benar memperhatikan, dan mengembalikan kekuatan dan tawakal mereka serta berusaha menyelamatkan masyarakat Islam mereka dari jurang kehancuran dan penderitaan yang mengancam kehidupan dunia dan akhirat mereka.

1 komentar:

  1. Saat Iblis disuruh sujud kepada Nabi Adam, mungkin Iblis atau mereka yang mengikuti Iblis akan mengatakan cukuplah kita menyembah kepada Allah. Sebuah argumentasi yang nampaknya benar dan seperti menjunjung tinggi tauhid, tidak ada Tuhan selain Allah. Namun sesungguhnya, itu adalah sebuah bentuk pembangkangan atas perintah Allah. Sebuah sikap yang menunjukkan bahwa sesungguhnya Iblis tidaklah mengenal Allah. Itulah mengapa Iblis tidak mau turut perintah untuk sujud kepada Nabi Adam.

    Ketika Muawiyyah kalah dalam perang Siffin melawan Ali bin Abi Thalib, Muawiyyah pun mengatakan "biarlah Al-Quran memutuskan perkara di antara kita" sambil mengangkat Al-Quran tinggi-tinggi yang ditancapkan di ujung tombak. Banyak kalangan Islam seperti terpedaya oleh ucapan Muawiyyah, tapi lupa bahwa yang Muawiyyah lakukan bukanlah menjunjung tinggi Al-Quran melainkan menghunus Al-Quran.

    Berislam tidaklah cukup dengan mencintai Nabi. Dalam Al-Quran, Allah melalui Nabi-nya berfirman bahwa "tidaklah kuminta kepada kalian upah kecuali kecintaan kepada keluargaku (keluarga Nabi)". Ironisnya, banyak yang mengaku umat Islam tapi membenci umat Nabi. Ketika diceritakan tentang tragedi yang menimpa keluarga Nabi beserta para sahabatnya yang setia, mereka langsung bersikap sinis.

    Dan mencintai Nabi beserta keluarganya, ini juga tidaklah berhenti dengan secara formalistik atau lisan semata, melainkan dengan mengikuti dan berjalan sepenuhnya di atas jalan hidup mereka. Dan jalan hidup mereka bukanlah sekedar ibadah dan ritual, melainkan menegakkan amar maruf dan nahi mungkar.

    Itulah mengapa Iran memasukkan membela kaum tertindas dalam konstitusi mereka. Iran menyebut dirinya sebagai Republik Islam bukan bersifat formalistik belaka, melainkan menjadikan membela kaum tertindas dan melawan kezaliman sebagai garis perjuangan mereka sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi.

    Inilah yang dikatakan Mulla Shadra sebagai perjalanan tertinggi dari 4 perjalanan spiritual. Dan beragama memang bukanlah asik mansuk beribadah dan bersama Allah mengasingkan diri, melainkan turun bersama Allah untuk membebaskan manusia agar bisa melakukan perjalanan bersama menuju Allah.

    Seandainya Karl Marx masih hidup dan melihat semangat agama bangsa Iran dalam melawan zionis Israel dan kezaliman lainnya, niscaya Karl Marx akan meralat pendapatnya bahwa agama hanyalah alat yang digunakan oleh penguasa untuk meninabobokan semangar revolusioner atau perlawanan rakyat.

    Syekh Muhammad Taqi Bahjat berkata : "Agama bukanlah hanya ada di mihrab-mihrab tempat pengasingan, atau di atas sajadah-sajadah harum, atau ada di even-even ritual dan majelis-majelis zikir. Ia ada bersama perut tetanggamu yang lapar, saudara atau temanmu yang sakit dan seorang diri, pada mereka yang berhutang padamu dan tak mampu lagi membayar. Agama ada pada tangisan terasing anak-anak tanpa ibu dan bapak."

    Dan sungguh tangisan terasing anak-anak tanpa ibu dan bapak ini banyak kita lihat pada anak-anak di Palestina. Mereka bukan hanya menangis senangis-nangisnya, melainkan juga dibunuh atau dibantai bahkan dengan cara yang keji. Lalu apakah kita masih terdiam dengan semua aksi biadab ini ???

    Bahkan ketika kita melaknat zionis Israel karena aksi biadabnya ini, kita dengan sok bijak dengan mengatakan janganlah menyebarkan kebencian. Sungguh Allah dan para malaikatnya telah melaknat orang-orang yang membunuh 1 manusia saja tanpa orang tersebut berbuat kerusakan di muka bumi ini. Dan semua agama dan keyakinan meyakini bahwa anak-anak adalah manusia yang suci alias tanpa dosa. Itulah mengapa saya melaknat Israel yang telah membunuh dengan sangat sengaja anak-anak, bahkan anak perempuan. Dan itulah mengapa saya melaknat Amerika dan Israel yang telah mengebom sekolah putri di Iran pada 28 Februari 2026.

    Lalu bagaimana dengan Indonesia yang dalam pembukaan konstitusinya menyatakan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan ???

    BalasHapus

  • SHARE