Ayatullah Ali Khamenei :
Rezim Amerika terlibat langsung dalam perang karena merasa bahwa jika tidak terlibat, rezim zionis akan hancur sepenuhnya.
Amerika masuk medan perang supaya bisa menyelamatkan Israel tetapi mereka tidak mendapatkan apa-apa.
Mereka menyerang fasilitas nuklir kami, yang tentu saja secara independen dapat dituntut secara hukum di pengadilan internasional, tetapi mereka (AS) tidak mampu melakukan langkah yang strategis.
Presiden Amerika melebih-lebihkan apa yang terjadi secara tidak biasa. Jelas bahwa dia membutuhkan hiperbola ini. Siapa pun yang mendengar perkataan itu akan mengerti bahwa di balik kata-kata itu , ada kebenaran lain yang disembunyikan.
Mereka tidak mampu melakukan apa pun dan tidak mampu mencapai tujuan mereka. Mereka melebih-lebihkannya untuk menyembunyikan fakta sebenarnya.
Di sini pun Republik Islam meraih kemenangan, dan bahkan memberikan tamparan keras pada Amerika Serikat.
Salah satu pangkalan penting Amerika di kawasan, yaitu pangkalan Al-Udeid, telah kami serang dan menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi Amerika Serikat.
Mereka yang membesarkan insiden tersebut berusaha menutupi apa yang terjadi di Al-Udaid. Mereka mengatakan tidak ada yang terjadi, padahal sesuatu yang besar telah terjadi.
(Fakta) bahwa Republik Islam Iran memiliki akses ke pusat-pusat penting Amerika di kawasan dan bisa menyerang mereka kapan pun dianggap perlu.
Ini bukanlah peristiwa yang kecil. Ini adalah insiden besar. Dan di masa depan, peristiwa ini dapat terulang jika terjadi agresi terhadap Iran. Agresor pasti akan mengalami kerugian sangat tinggi.
*****
Diembargo, difitnah, dikepung dan diserang oleh Amerika Serikat dan para sekutunya, namun Iran tidak pernah takut pada Amerika Serikat beserta para sekututnya, Yang ada, Iran semakin kuat.
BalasHapusSIkap berani Iran ini semoga dapat juga ditiru oleh Indonesia.
Tinggal pertanyaannya, MAMPUKAH ?
Hanya dengan keberanian ini maka Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar dan maju.
Salam Cerdas Bernalar, Beragama, dan Berpolitik,
Max Hendrian Sahuleka