Ayatullah Ali Khamenei berkata :
Setiap substansi dan kandungan spiritual dalam ibadah haji merupakan simbolisasi dari realitas kehidupan manusia.
Setiap ritual peribadahan dalam ibadah haji memiliki aspek simbolis yang merujuk pada prinsip-prinsip kemanusiaan. Contoh, filosofi Tawaf yang Anda laksanakan adalah pergerakan yang mengitari poros sentral tauhid.
Tawaf mengajarkan kepada umat manusia bahwa dinamikan kehidupan harus berputar mengitari poros tauhid: melahirkan kehidupan yang bertauhid, sistem pemerintahan yang bertauhid, sistem ekonomi yang bertauhid, interaksi antar saudara yang bertauhid, institusi keluarga yang bertauhid, serta memastikan semua urusan hidup bertumpu pada poros tauhid. Simbolisasi tawaf ini adalah sebuah pelajaran hidup.
Tentu saja, kita saat ini masih sangat jauh dari ideal tersebut; kita yang mengaku muslim, mukmin, dan mengklaim berada di jalan Allah, faktanya masih teramat jauh, terlebih lagi mereka yang sama sekali tidak mengenal Allah!
Apabila umat manusia berhasil menyelaraskan kehidupan, pemerintahan, pendidikan, peperangan, perdamaian, persahabatan, serta permusuhannya di atas poros ketuhanan, maka dunia ini akan menjadi laksana taman yang indah.
Jika tauhid menjadi pegangan, maka segala bentuk keegoisan, kekejaman, kekejian, pembunuhan, pembantaian anak-anak, kolonialisme, serta intervensi terhadap kedaulatan negara lain akan sirna.
Tawaf mengajarkan hal tersebut kepada Anda; ia menegaskan bahwa pedoman hidup adalah tauhid, dan hal ini berlaku bagi seluruh manusia, bukan hanya bagi kaum mukminin: "Dan serukanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji"; "Ka'bah sebagai pusat (kehidupan) bagi manusia".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar