HENDAKLAH ENGKAU MEMBACA AL-QURAN DALAM SEGALA KONDISI DENGAN KHUSYUK

Ayatullah Ali Khamenei berkata :

Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji bagi Allah Pengatur Alam Semesta.

Salah satu pesan Rasulullah saw kepada Ali a.s. yang telah kita baca sebagiannya, yaitu : "Hendaklah engkau membaca Al-Quran dalam segala kondisi." Beliau berpesan bahwa membaca Al-Quran secara intim.

Bila seluruh manusia dalam masyarakat akrab dengan Al-Quran sehingga pelbagai konsep Al-Quran aktif dalam pikiran mereka, maka menurut saya, gerakan keislaman suatu masyarakat menjadi bermakna.

Kita tidak mengatakan seluruh manusia, meski hal itu lebih diperlukan. Tetapi agar seseorang berbicara secara realistis niscaya akan bangkit jutaan warga yang dapat diperhitungkan di suatu negeri, misalnya; dan menjadi orang-orang yang familiar dengan Al-Quran. Hal ini tidaklah terwujud kecuali dengan ketekunan dalam membaca Al-Quran.

Tidaklah benar meninggalkan Al-Quran hingga bulan Ramadhan tiba semata. Tetapi seorang insan harus senantiasa akrab dengan Al-Quran. Sebab itu beliau bersabda, "Hendaklah engkau membaca Al-Quran dalam kondisi." Demikianlah ungkapan persisnya.

Maksudnya, baik saat pergi atau diam, di rumah atau di luar rumah. Di setiap waktu senggang Anda, bacalah Al-Quran. Tentunya, andai seseorang hafal Al-Quran, hal itu akan lebih mudah baginya.

Sementara bagi orang-orang seperti kita yang tidak hafal Al-Quran, solusinya ialah kita wajibkan diri kita dan menjadikan sebagai tugas kita untuk membaca Al-Quran setiap hari.

Saya kira layak bagi kita masing-masing untuk membaca Al-Quran dari awal hingga akhir sebagaimana dikenal secara umum sebagai tradisi khatam Al-Quran. Lalu mengulang-nggulang beberapa surah atau potongan ayat darinya.

Sejatinya seorang insan cenderung kepada beberapa bagian tertentu dari Al-Quran. Asumsikan salah satu dari mereka cenderung pada surah Yunus, maka dia membaca ayat-ayat dari Surah Yunus, dan dia senantiasa rutin membacanya sehingga menghafalnya. Sementara yang lainnya menyenangi surah Al-Ahzab dan sebagian lain menikmati surah Al-Baqarah.

Demikianlah ayat-ayat Al-Quran: adakalanya sebagian mereka senang membaca surah-surah Musabbihat (yang diawali dengan tasbih) yang di dalamnya terkandung makna yang agung dan penting. Para ahli makna berpesan agar membaca Musabbihat: sabbaha lillah, yusabbihu lillah... dan agar senantiasa dibaca oleh manusia.

Atau juga surah-surah Hamim yang terkandung topik-topik penting. Tidak ada suatu topik dalam Al-Quran yang tidak mengandung topik fundamental dan pengetahuan penting.

Hanya saja sebagian topik tentang tokoh-tokoh beraneka rupa dengan karakter berbeda-beda yang boleh jadi mereka lebih menyenangi topik-topij itu dibanding pihak lain. Bacalah topik yang kalian lebih senangi dan lakukanlah berulang-ulang.

Dan wajib membaca Al-Quran dengan khusyuk. Bila seorang insan membaca Al-Quran tanpa rasa khusyuk bahkan lalai, niscaya dia tidak akan memperoleh banyak manfaat. Adakalanya bahkan tidak bermanfaat sedikit pun. Dan adakalanya,  Allah melindungi kita, memberikan pengaruh yang bertentangan. 

Oleh karena itu, barangsiapa membaca Al-Quran dengan fokus, khusyuk, dan dengan penjelasan Ilahi, dan sejatinya Dialah Allah SWT yang sedang berbicara kepadanya melalui Al-Quran.

Barangsiapa membaca Al-Quran dengan pemahaman ini niscaya kenikmatan Al-Quran akan terpatri pada sanubari insan. Jika kita menyingkap kelezatan membaca Al-Quran, niscaya kita tidak akan abai dari membaca Al-Quran.

Inilah bagian yang penting: bahwa membaca Al-Quran mengungkap dirinya kepada kita; dan seorang insan merasakan kenikmatan yang melimpah itu dalam membaca ayat-ayat; merenungkan ayat-ayat Ilahi dan kalimat Al-Quran.

Jika kita ingin meraih ini, tentu wajib bagi kita membaca Al-Quran secara khusyuk.

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE