Dalam kesempatan ini, ada dua nasihat yang harus saya sampaikan
kepada Anda semua. Pertama, terkait dengan objek dari aktivitas tabligh kalian.
Usahakan sekuat tenaga agar kalian beraktivitas di tempat dan dengan objek
tabligh yang tepat. Bagaimanapun juga, waktu, kesempatan, fasilitas, sarana,
dan dana yang kalian miliki pastilah terbatas. Untuk itu, kalian harus
betul-betul mengefektifkan aktivitas tabligh kalian dari semua aspek, termasuk
aspek pemilihan objek tabligh.
Memang betul bahwa strategi dan metode dakwah itu berbeda-beda,
bergantung kepada kawasan dan budaya masing-masing. Akan tetapi, esensi dan
kajiannya tetaplah sama. Konsep keluarga sakinah, ilmu, keadilan, dan
diskriminasi adalah contoh dari tema-tema yang tak begitu diketahui di dunia
saat ini. Harus dicarikan bahasa yang tepat untuk pemahaman konsep-konsep di
atas. Harus dikemas dalam bingkai yang menarik sehingga dapat diterima oleh
mereka, para generasi muda.
Poin kedua yang perlu selalu saya ingatkan adalah soal medan
perang dan adanya musuh. Jangan sampai kalian lupa bahwa kalian sedang berada
di sebuah medan peperangan. Kita semua saat ini sedang berjuang demi tegaknya
Islam yang murni, yaitu Islam yang mampu membangun peradaban. Di saat berjuang
seperti itu, kita tentu harus sadar bahwa kita sedang berhadapan dengan musuh;
mereka yang selalu mengintai dan ingin menghancurkan kita dan agama kita.
Kita harus berjuang. Tentu saja di sini, perjuangannya bukanlah
dalam bentuk peperangan fisik. Tanggung jawab kalian adalah memberikan jawaban
yang baik dan tepat atas permasalahan yang dihadapi ummat.
Adapun terkait dengan metodenya, kalian bisa menggunakan cara
dialog yang bagus, dan ini bisa termasuk bagian dari perjuangan. Metode lain
juga bisa kalian gunakan. Saya kira, sudah saatnya bagi kita untuk menggunakan
cara-cara yang ofensif, bukan lagi defensif. Sudah saatnya bagi kita untuk
melakukan serangan balik, dengan cara melontarkan kritikan terhadap sendi-sendi
pemikiran berikut praktik buruk Barat dalam mengimplementasikan pemikiran sesat
mereka. Kita serang Barat, dan biarkan mereka yang sibuk menjawab. Sebagai
contoh, buat mereka dalam situasi harus menjelaskan apa yang telah mereka
perbuat untuk kaum wanita; bagaimana mereka telah menghina dan merendahkan martabat
kaum perempuan.
Sekali lagi kenalilah lawan dan musuh kalian yang sebenarnya.
Sekarang ini musuh kita adalah sistem kapitalis-imperialis yang sekarang
dikomandani oleh Amerika dan Zionis.
Buatlah pusat-pusat kajian yang secara khusus membahas pola dan
cara menghadapi perang pemikiran ini. Lembaga tersebut juga harus memiliki
program kaderisasi. Kalian minimalnya harus mencetak lima puluh orang seperti
kalian, dan saya yakin kalian mampu.
Dalam Dunia Islam, kita punya lembaga keislaman yang tidak
sedikit, juga berbagai gerakan dalam Islam dengan pemimpinnya yang mumpuni.
Hanya saja, salah satu kekurangan besar mereka adalah: mereka tidak mengenali
siapa lawan dan musuh sejati mereka.
Imam Khomeini r.a sejak dari awal perjuangannya telah mengenali
musuhnya dengan baik, dan sedikitpun beliau tidak mau mengalah dan menyerah
kepada mereka. Beliau berhadapan dengan Marxisme dan Liberalisme. Beliau juga
mendapatkan gangguan dan tekanan dari kelompok-kelompok politik. Akan tetapi,
Imam tetap kokoh dan tak mundur selangkahpun menghadapi tekanan tersebut.
Dalam sejarah bangsa Iran, kami punya contoh terkait dengan
bahaya dan dampak buruk yang kami alami akibat tidak mengenali musuh dengan
baik. Bangsa Iran di masa sebelum Revolusi juga pernah menggelorakan perjuangan
anti penjajahan Inggris. Untuk kepentingan menghancurkan Inggris saat itu, Iran
mengandalkan Amerika sampai-sampai memiliki hubungan khusus dengan negara itu.
Setelah beberapa tahun berlalu dari terjalinnya hubunngan khusus itu, justru
Amerika yang berkhianat dan melakukan kudeta. Janganlah kalian tertipu oleh
senyuman mereka. Para musuh sedang siaga, dan karenanya, kita harus selalu
waspada.
Berkat pertolongan Allah, Republik Islam Iran hari demi hari
semakin kuat menghadapi konspirasi musuh. Embargo ekonomi dan yang lain tidak
cukup kuat untuk menggoyang sistem pemerintahan Islami ini. Hal itu terjadi,
karena bangsa Iran di era Revolusi tahu akan musuh utama mereka.
Akhirnya saya memohon kepada Allah agar kalian meraih kesuksesan
hari demi hari; kalian pun menjadi sosok yang selalu sadar dan jeli.
*****
(Disarikan oleh Abunajib dari pidato Imam Ali Khamenei di depan
peserta Simposium ke-10 Alumni Jamiah Al-Mustafa, 20 Januari 2018)
*****
Sumber :
https://ikmalonline.com/perhatikan-kaum-muda-dan-waspadai-musuh-kalian/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar