BERLINDUNG KEPADA ALLAH SWT

Ayatullah Ali Khamenei :

Setiap hari, Nabi Muhammad saw berlindung kepada Allah SWT dari enam sifat. Nabi Muhammad walaupun memiliki maqam maksum (terjaga dari dosa), beliau saw begitu sangat menjaga dirinya.

Keraguan tidak selalu berasal dari ketidaktahuan, yakni ketika seseorang tidak memiliki dasar yang jelas, ia akan ragu.

Tidak, terkadang seseorang sudah memahami suatu hal dengan jelas, tetapi tetap mengalami keraguan yang bersumber dari was-was / bisikan hati.

Setiap hari Nabi berlindung kepada Allah dari kesyirikan. Jelas bahwa syirik yang nyata (syirik jali) sangat jauh dari kita, seperti sujud kepada berhala, misalnya.

Jelas bahwa yang dimaksud di sini adalah syirik tersembunyi (syirik khafi), yaitu ketika seseorang melibatkan selain Allah dalam suatu amal yang seharusnya dilakukan hanya untuk-Nya.

Hamiyah artinya adalah mendukung atau membela seseorang, sesuatu, pemikiran, jalan, kelompok, atau ideologi secara tidak logis dan tanpa alasan yang benar.

Dan kemarahan, yang di luar kendali manusia, karena amarah dapat mempengaruhi akal. Manusia benar-benar harus berlindung (kepada Allah). Ketika seseorang marah, banyak jalan untuk pemahaman dan bashirah tertutup dari dirinya.

Al-Baghy berarti memusuhi seseorang atau suatu kelompok, atau sesuatu tanpa alasan yang benar. Jika seseorang tanpa sebab yang jelas memusuhi orang lain, itulah yang disebut Al-Baghy.

Hasad adalah sifat yang harus dihindari karena menyebabkan penderitaan bagi diri sendiri dan orang lain. Seperti yang dikatakan, "Apa yang bisa saya lakukan terhadap seorang pendengki, sementara dia sendiri yang tersiksa?"

Kalian tidak pernah berbuat buruk kepada orang yang dengki, tetapi dia menderita dari dalam dirinya sendiri. Dia melihat suatu nikmat dalam dirimu, suatu keutamaan atau keistimewaan, lalu dia terbakar dalam api (kedengkian).

*****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  • SHARE